Ribuan Siswa SMK di Lombok Barat Jalani Uji Kompetensi Keahlian
KBRN, Lombok Barat: Ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Barat mulai menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai tahapan akhir dalam menguji keterampilan mereka sebelum terjun ke dunia kerja. Dua sekolah unggulan, SMKN 1 Gerung dan SMKN 1 Lembar, turut melaksanakan UKK dengan standar ketat dan menggandeng pihak industri untuk memastikan lulusan siap bersaing.
Ketua UKK SMKN 1 Gerung, Hasni Handini Sturraya, STT.Par, M.Pd, menjelaskan bahwa ujian ini melibatkan mitra industri yang selama ini menjadi tempat siswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Langkah ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman nyata dan berpeluang langsung direkrut oleh industri setelah lulus.
“Kami ingin memastikan siswa kami bisa langsung diterima di dunia kerja, oleh karena itu, mitra industri turut serta dalam proses ujian ini,” ujar Hasni, Selasa (18/2/2025).
SMKN 1 Gerung, yang berfokus pada sektor industri pariwisata, menggelar UKK untuk jurusan Perhotelan, Kuliner, dan Busana pada 18-19 Februari. Sementara itu, jurusan Usaha Layanan Wisata (ULW) akan menjalani ujian pada 22 Februari, diikuti jurusan Layanan Perkantoran dan lainnya pada 25-26 Februari. Saat ini, sekolah tersebut telah menjalin kerja sama dengan sekitar 52 industri perhotelan dan kuliner.
Di sisi lain, SMKN 1 Lembar yang mengkhususkan diri pada bidang kelautan dan perikanan juga melaksanakan UKK dengan sistem yang serupa. Sebanyak 110 siswa dari tiga jurusan, yakni Perikanan, Nautika Pelayaran, dan Penangkapan Ikan, mengikuti ujian kompetensi.
Kepala SMKN 1 Lembar, Ahmad Quroni, menjelaskan seluruh peserta UKK telah terdaftar sebagai Daftar Nominasi Tetap (DNT) melalui sistem kementerian. Selain itu, ujian di sekolah ini turut menghadirkan penguji eksternal dari berbagai sektor industri terkait.
“Untuk bidang pelayaran, penguji eksternalnya adalah para kapten kapal. Sedangkan untuk bidang perikanan, penguji berasal dari Balai Benih Ikan (BBI) Kumbung dan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Provinsi,” terangnya.
Dengan melibatkan penguji eksternal yang berlisensi dan kompeten, diharapkan para siswa mendapatkan sertifikasi yang akan memperkuat posisi mereka saat melamar pekerjaan di sektor industri masing-masing.
Pelaksanaan UKK ini menjadi momentum penting bagi siswa SMK di Lombok Barat untuk membuktikan kemampuan mereka. Selain memastikan standar kompetensi terpenuhi, kolaborasi dengan dunia industri diharapkan dapat mempercepat proses rekrutmen bagi lulusan yang siap bekerja.
“Kami berharap siswa yang lulus UKK bisa mendapatkan sertifikat kompetensi dari industri, sehingga mereka lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” pungkas Quroni.
Dengan adanya UKK berbasis industri ini, lulusan SMK di Lombok Barat diharapkan mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja, baik di tingkat lokal maupun nasional.
No comments yet. Be the first to comment!