Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:31 Agu 2026, 00:44 / 0 Komentar

Dunia Soroti Kebakaran Hutan Indonesia, Orangutan Ditemukan Lemah hingga Alami Gangguan Pernapasan

KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kini kembali menjadi perhatian dunia. Bukan hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat, bencana tersebut juga mulai memperlihatkan dampak serius terhadap kehidupan satwa liar.

Seekor orangutan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemah di sebuah perkebunan kelapa sawit di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, dekat kawasan yang terdampak kebakaran hutan.

Orangutan tersebut dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal. Kondisinya bahkan sempat memburuk hingga membutuhkan penanganan medis dan pemberian oksigen dari tim penyelamat satwa.

Sampurna ditemukan oleh seorang warga sebelum tim dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama dokter hewan tiba di lokasi untuk melakukan pertolongan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, orangutan yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun tersebut mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia dan diduga menderita infeksi saluran pernapasan akut. Meski tidak mengalami luka bakar serius, kondisi fisiknya melemah akibat asap pekat yang menyelimuti kawasan tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra sepanjang tahun ini telah menimbulkan dampak yang semakin luas.

Data yang dilaporkan Reuters menunjukkan lebih dari 202 ribu hektare lahan telah terbakar di Indonesia sejak Januari hingga Juli 2026. Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Situasi semakin menjadi perhatian internasional setelah asap dari kebakaran melintasi perbatasan dan berdampak terhadap negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Brunei.

Kabut asap tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu kegiatan pendidikan dan aktivitas sehari-hari. Pemerintah Indonesia sendiri telah meningkatkan operasi pemadaman melalui pengerahan puluhan ribu personel serta dukungan operasi dari udara.

Di tengah upaya memadamkan api, kondisi Sampurna menjadi gambaran lain dari dampak kebakaran hutan yang jarang terlihat.

Ketika manusia masih dapat mencari perlindungan dari asap, satwa liar kehilangan habitat dan terjebak di tengah kawasan yang terbakar.

Tim penyelamat kini memberikan perawatan intensif kepada Sampurna sebelum orangutan tersebut dipindahkan ke pusat rehabilitasi untuk menjalani proses pemulihan.

Menurut laporan tim penyelamat, Sampurna bukan satu-satunya satwa yang terdampak. Sejumlah orangutan lain juga telah dievakuasi dari kawasan yang terkena dampak kebakaran.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan bukan hanya persoalan hilangnya lahan dan kerugian ekonomi.

Di balik asap yang menyelimuti langit, terdapat manusia yang mengalami gangguan kesehatan, aktivitas masyarakat yang terganggu, hingga satwa liar yang kehilangan tempat hidupnya.

Kini, ketika Indonesia terus berjuang menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah, perhatian dunia juga tertuju pada bagaimana negara ini menangani dampak jangka panjang dari krisis lingkungan tersebut.

Nasib Sampurna, orangutan yang ditemukan lemah akibat asap kebakaran, menjadi salah satu simbol paling nyata dari dampak bencana yang tidak hanya dirasakan manusia.

Sumber: Reuters


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar