Ditolak Kerja 500 Kali karena Tuli, Putri Santoso Justru Bangun Bisnis Kopi Sendiri
HALODESA.ID — Berkali-kali ditolak saat mencari pekerjaan tidak membuat Putri Santoso menyerah. Setelah mengirim lamaran ke sekitar 500 perusahaan dan menghadapi penolakan karena dirinya merupakan Teman Tuli, Putri justru memilih menciptakan peluangnya sendiri.
Bersama dua sahabatnya yang juga Tuli, Putri kemudian mendirikan Kopi Tuli (Koptul) di Depok pada Mei 2018.
Bisnis tersebut dibangun dengan modal patungan dari ketiga pendirinya. Dari sebuah kedai kecil, Kopi Tuli kemudian berkembang dan berekspansi ke sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Yang menarik, Koptul tidak sekadar menjual minuman kopi. Kedai ini juga membawa konsep interaksi yang inklusif, sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan beraktivitas.
Menu Kopi dengan Bahasa Isyarat
Salah satu keunikan Kopi Tuli adalah penggunaan bahasa isyarat dalam interaksi antara pelanggan dan barista.
Nama sejumlah menu di kedai tersebut terinspirasi dari simbol abjad dalam Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO.
Koptul juga memilih tidak menyediakan Wi-Fi dan tidak memutar musik dengan volume keras. Konsep tersebut mendorong pelanggan untuk berkomunikasi secara langsung dengan barista, termasuk mencoba menggunakan bahasa isyarat.
Dengan konsep tersebut, pelanggan tidak hanya datang untuk menikmati kopi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dan mengenal dunia Teman Tuli.
Ketika Kesempatan Kerja Tidak Datang
Perjalanan Putri menjadi contoh bagaimana sebuah penolakan dapat menjadi titik awal untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.
Alih-alih terus menunggu perusahaan memberikan kesempatan, Putri bersama kedua rekannya memilih membangun usaha sendiri.
Kopi Tuli kemudian berkembang bukan hanya sebagai bisnis, tetapi juga menjadi ruang kerja dan tempat berkumpul yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Kisah Putri menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan.
Ketika satu pintu kesempatan tertutup, terkadang seseorang harus memiliki keberanian untuk membangun pintunya sendiri.
Sumber: Jenewa Inspirasi
No comments yet. Be the first to comment!