Geger di Lombok Barat! Tulang Diduga Kerangka Manusia Ditemukan di Lingsar, Polisi Turun Tangan
LOMBOK BARAT, HALODESA.ID – Warga Lombok Barat digegerkan dengan penemuan sejumlah tulang yang diduga merupakan bagian dari kerangka manusia di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar.
Temuan tersebut dilaporkan berasal dari kawasan Argapura, Dusun Montang. Informasi mengenai penemuan tulang itu diterima pihak kepolisian pada Selasa malam, 1 September 2026.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Lingsar bersama Unit Reskrim dan Tim Identifikasi atau Inafis Polresta Mataram kemudian turun langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan di lokasi pada Rabu, 2 September 2026.
Berdasarkan informasi yang berkembang, temuan tersebut berawal ketika warga berada di kawasan hutan dan menemukan sejumlah tulang belulang. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak desa dan kepolisian.
Dari hasil penyisiran di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar tulang belulang tersebut untuk kepentingan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Barang yang diamankan antara lain pakaian yang disebut berbentuk APD berwarna merah, sejumlah tulang termasuk bagian tengkorak dan tulang kaki, dompet berwarna pink bertuliskan “SEMAR NUSANTARA”, uang yang telah dalam kondisi rusak, bungkus rokok, serta beberapa korek api.
Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti sebelumnya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan langsung melakukan koordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Mataram.
Pihak kepolisian hingga kini belum dapat memastikan secara resmi apakah seluruh tulang yang ditemukan benar-benar merupakan kerangka manusia maupun mengungkap identitas orang yang diduga terkait dengan temuan tersebut.
Proses pemeriksaan masih dilakukan oleh aparat kepolisian. Barang-barang dan temuan dari lokasi telah diamankan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Selain mengungkap identitas, polisi juga masih memastikan secara detail titik administratif lokasi penemuan. Informasi awal menyebut kawasan Argapura berada di sekitar wilayah perbatasan, sehingga koordinasi antarwilayah dapat dilakukan apabila diperlukan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai identitas maupun penyebab keberadaan tulang tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian warga karena misteri mengenai siapa pemilik tulang tersebut serta bagaimana tulang belulang itu bisa berada di kawasan hutan hingga kini masih belum terungkap.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan memiliki informasi yang dapat membantu proses identifikasi diharapkan menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan dan proses identifikasi masih berlangsung.
(Redaksi HaloDesa.id)
No comments yet. Be the first to comment!