Pelatihan Berbasis Kompetensi Buka Peluang Warga Lombok Barat Tingkatkan Keterampilan dan Bangun Usaha
LOMBOK BARAT — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja. Salah satunya melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang diikuti 96 peserta dari berbagai wilayah di Lombok Barat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, di Aula Narmada, Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (1/9/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perindustrian, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (DPUKMT) bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur serta Hotel Human Resources Management Association (HHRMA).
Bagi masyarakat, pelatihan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat dan keterampilan baru. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.
Karena itu, ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
“Jikalau nanti belum berkesempatan masuk di dunia kerja, namun diharapkan mampu secara mandiri membangun ekonomi dengan berwirausaha,” ujarnya.
Menurutnya, peserta tidak boleh berhenti hanya setelah menyelesaikan pelatihan. Keterampilan yang telah diperoleh perlu terus dikembangkan agar dapat menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu, Kepala BPVP Lombok Timur, Ali Usman, menjelaskan sebanyak 96 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam enam kelompok.
Tiga kelompok mengikuti pelatihan Barista, dua kelompok Makanan Komersial, dan satu kelompok SPA Terapis. Masing-masing kelompok terdiri atas 16 peserta.
Pelatihan tersebut berlangsung selama 18 hari. Selama kegiatan, peserta diberikan pembekalan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja, baik di sektor industri dalam negeri maupun membuka peluang kerja di luar negeri.
Salah seorang peserta, Nada, asal Kecamatan Gunungsari, melihat pelatihan tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mewujudkan rencana membuka usaha sendiri.
Nada yang memilih pelatihan Barista mengaku ingin memanfaatkan ilmu yang diperolehnya sebagai modal untuk membangun usaha coffeeshop di wilayah Gunungsari.
“Saya sangat senang bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini sebagai bekal untuk mendirikan coffeeshop di Gunungsari nantinya,” ungkapnya.
Harapan seperti yang disampaikan Nada menjadi gambaran bahwa pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan kerja.
Lebih dari itu, pelatihan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menciptakan usaha, meningkatkan pendapatan, serta secara bertahap membangun kemandirian ekonomi keluarga.
No comments yet. Be the first to comment!