Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:14 Sep 2026, 20:40 / 0 Komentar

Jaran Nyamput hingga Sangkur Kepeng, Tradisi Khitanan Satukan Warga Batu Tumpeng

Kediri, Lombok Barat. Suara musik tradisional berpadu dengan riuh tawa anak-anak dan warga yang memadati jalan kampung di Dusun Batu Tumpeng, Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Senin (14/9/2026), sore. Masyarakat tumpah ruah menyaksikan sebuah gawe khitanan yang dirangkai dengan tradisi jaran nyamput hingga sangkur kepeng.

Bagi masyarakat setempat, khitanan bukan sekadar sebuah acara keluarga. Momen ini menjadi ruang kebersamaan, tempat warga berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan keluarga yang sedang menggelar syukuran.

Tradisi mengarak anak yang akan dikhitan dengan iringan musik tradisional dan jaran nyamput atau patung kuda kayu sudah cukup sering digelar masyarakat. Tidak hanya dalam acara nyongkolan, tradisi tersebut juga menjadi bagian dari gawe khitanan untuk memberikan suasana gembira, khususnya bagi anak-anak yang akan menjalani proses khitan.

Sebelum khitanan dilaksanakan, sebagian keluarga terlebih dahulu menggelar roah atau syukuran. Ada yang mengadakan acara untuk anak, bahkan cucu kesayangan. Semua dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus untuk menghibur dan memberikan semangat kepada anak yang akan dikhitan.

Dalam acara tersebut, anak yang dikhitan bersama beberapa anggota keluarga diarak berkeliling kampung. Kehadiran warga di sepanjang jalan membuat suasana semakin meriah. Tidak sedikit anak-anak yang tampak antusias mengikuti jalannya arak-arakan.

Kemeriahan semakin terasa ketika Dani selaku epen gawe atau pemilik acara melakukan sangkur kepeng dengan menebar uang kepada warga yang menyaksikan.

Momen tersebut sontak menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak. Mereka berdesakan dengan penuh semangat menunggu uang yang dilempar ke udara. Nominal yang dibagikan pun beragam, mulai dari uang seribuan hingga pecahan lima puluh ribu rupiah.

Bagi Dani, kebahagiaan terbesar dari acara tersebut adalah melihat antusiasme masyarakat yang ikut hadir dan merasakan kegembiraan bersama keluarganya.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti ini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Dusun Batu Tumpeng. Bukan hanya tentang kemeriahan sebuah pesta, tetapi juga tentang bagaimana sebuah keluarga berbagi kebahagiaan dan masyarakat hadir untuk merasakan kebersamaan.


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar