Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:05 Sep 2026, 11:01 / 0 Komentar

Ayam Rp37 Ribu Diserbu Warga Mataram, Harga Pasar Tembus Rp50 Ribu per Kilogram

HALODESA.ID — Kabar yang cukup menarik perhatian datang dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi NTB membuat warga berbondong-bondong berburu kebutuhan pokok, terutama daging ayam ras.

Dalam kegiatan yang digelar di kawasan Rusunawa Montong Are, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kamis (3/9/2026), daging ayam ras dijual Rp37.000 per kilogram.

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga ayam di pasaran yang berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Selisih harga inilah yang membuat warga antusias mendatangi lokasi GPM.

Bukan Hanya Warga Rusunawa yang Datang

Antusiasme warga ternyata tidak hanya datang dari penghuni Rusunawa Montong Are.

Masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar, seperti Babakan, Turida hingga Bertais, juga datang untuk memanfaatkan harga pangan yang lebih terjangkau.

Lurah Mandalika Lalu Heru Nuryadin mengatakan masyarakat cukup peka terhadap perbedaan harga.

Bahkan meski wilayah Mandalika berada dekat dengan Pasar Induk Bertais, warga tetap tertarik berbelanja di GPM karena adanya selisih harga yang cukup terasa.

Ayam, Minyak Goreng dan Beras Jadi Buruan

Selain ayam ras, sejumlah bahan kebutuhan sehari-hari juga menjadi perhatian warga.

Beras, minyak goreng dan bawang merah termasuk komoditas yang banyak dicari dalam kegiatan tersebut.

Pemprov NTB menggelar GPM untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama ketika permintaan meningkat selama momentum Bulan Maulid dan menjelang hari besar keagamaan.

Bagi rumah tangga, selisih beberapa ribu rupiah pada satu jenis bahan pangan mungkin terlihat kecil. Namun jika masyarakat membeli beberapa kebutuhan sekaligus, penghematan tersebut tentu cukup berarti.

Bukan Sekadar Murah, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

Kegiatan pangan murah ini bukan hanya ditujukan untuk memberikan harga murah kepada masyarakat.

Pemerintah juga berupaya menjaga agar kenaikan permintaan selama momentum keagamaan tidak langsung mendorong harga kebutuhan pokok semakin tinggi.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan Distanbun NTB, Irene Selviani, mengatakan lokasi GPM sengaja ditempatkan di kawasan permukiman agar akses masyarakat terhadap bahan pangan lebih mudah.

GPM Kembali Digelar Hari Ini

Kabar baiknya, rangkaian Gerakan Pangan Murah masih berlanjut.

Setelah dilaksanakan di kawasan Rusunawa Montong Are, kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di halaman Rumah Sakit Mandalika, Sengkol.

Masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan membeli sesuai kebutuhan.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan hanya karena melihat harga yang lebih murah.

Warga Mataram, Berapa Harga Ayam di Tempat Anda?

Perbedaan harga ayam dalam Gerakan Pangan Murah dengan harga di pasaran kembali menunjukkan bahwa harga kebutuhan dapur menjadi perhatian utama masyarakat.

Bagi sebagian keluarga, selisih harga Rp8.000 hingga Rp13.000 per kilogram tentu cukup berarti.

Karena itu, informasi mengenai pangan murah menjadi penting untuk diketahui masyarakat luas.

Warga Mataram dan sekitarnya, berapa harga ayam di pasar atau warung dekat rumah Anda saat ini?

Apakah masih di bawah Rp40 ribu, sudah Rp45 ribu, atau bahkan mendekati Rp50 ribu per kilogram?

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan tetangga agar semakin banyak masyarakat mengetahui adanya Gerakan Pangan Murah.

Sumber: RRI Mataram, KabarBaik.co, KlikLombok dan LombokToday.mana


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar