Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:22 Agu 2026, 16:29 / 0 Komentar

Lombok Barat Bersiap Menuju Pusat Data Nasional, Transformasi Digital Daerah Makin Diperkuat

LOMBOK BARAT, HALODESA.ID — Transformasi digital di Kabupaten Lombok Barat terus memasuki tahap penting. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tengah mempersiapkan migrasi sejumlah layanan pemerintahan digital menuju Pusat Data Nasional (PDN)-1, sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur, keamanan dan keterpaduan sistem digital pemerintah daerah.

Tahapan penting tersebut ditandai dengan pelaksanaan asesmen one-on-one pada 22 Agustus 2026. Asesmen ini menjadi bagian dari persiapan sebelum sistem elektronik pemerintah daerah dimigrasikan ke lingkungan PDN-1.

Apa Itu Migrasi ke PDN?

Pusat Data Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun infrastruktur digital pemerintahan yang lebih terpusat, aman dan terintegrasi.

Bagi pemerintah daerah, migrasi menuju PDN bukan sekadar memindahkan aplikasi atau data dari satu server ke server lainnya. Pemerintah perlu memastikan kesiapan sistem elektronik, klasifikasi data, kebutuhan infrastruktur serta tingkat kritikalitas setiap aplikasi.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebelumnya telah mendapatkan jadwal asesmen dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memetakan kesiapan tersebut.

Keamanan Data Menjadi Perhatian

Semakin banyak layanan masyarakat yang menggunakan sistem digital, semakin penting pula keamanan data pemerintah.

Lombok Barat sebelumnya telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kematangan pemerintahan digital, termasuk penguatan keamanan informasi dan kemampuan menangani insiden siber.

Dalam evaluasi pemerintahan digital 2026, indikator penerapan kriptografi di Lombok Barat telah mencapai 83 persen, sedangkan indikator kapabilitas penanganan insiden siber mencapai 71 persen berdasarkan dokumen pendukung yang telah tersedia pada saat reviu 31 Juli 2026.

Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan membangun aplikasi, tetapi juga memastikan sistem yang digunakan pemerintah memiliki perlindungan terhadap berbagai risiko keamanan siber.

Dari Pemerintah hingga Desa

Transformasi digital Lombok Barat juga memiliki kaitan langsung dengan masyarakat desa.

Pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan pemetaan kondisi internet di sejumlah desa di Kecamatan Sekotong, termasuk Desa Batu Putih, Desa Pelangan dan Desa Kedaro. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan, kualitas dan stabilitas jaringan internet sebagai dasar perencanaan pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

Artinya, pembangunan teknologi tidak cukup hanya dilakukan di pusat pemerintahan.

Ketersediaan internet yang memadai di desa menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menikmati layanan digital, mengakses informasi, mengembangkan usaha, mengikuti pendidikan digital serta memanfaatkan berbagai layanan pemerintahan secara daring.

MPP Digital Jadi Contoh Layanan Terintegrasi

Lombok Barat juga telah menjadi salah satu daerah yang menerapkan MPP Digital Nasional versi terbaru.

Sistem tersebut mengusung konsep satu portal untuk berbagai layanan. Di Lombok Barat, MPP Digital juga telah diintegrasikan dengan sistem SatuSehat Kementerian Kesehatan sehingga tenaga kesehatan dapat mengajukan Surat Izin Praktik secara daring.

Perkembangan ini memperlihatkan arah pelayanan publik yang semakin mengandalkan integrasi data dan sistem elektronik.

Masyarakat tidak lagi harus selalu datang ke kantor pemerintah untuk setiap kebutuhan administrasi. Semakin banyak layanan dapat diarahkan untuk dilakukan secara digital, selama infrastruktur, keamanan dan literasi digital masyarakat terus diperkuat.

Tantangan Masih Ada

Transformasi digital tentu tidak lepas dari tantangan.

Ketersediaan jaringan internet, keamanan siber, kualitas sumber daya manusia, integrasi antar-aplikasi dan kesiapan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang harus diperhatikan.

Dalam reviu pemerintahan digital Lombok Barat pada Juli 2026, misalnya, indikator tingkat kematangan aplikasi pemerintah digital baru mencapai 5 dari 12 dokumen pendukung, sedangkan infrastruktur pemerintah digital mencapai 1 dari 6 dokumen pada tahap tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital masih menjadi proses yang harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Teknologi Harus Memberikan Manfaat

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat.

Teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Layanan harus lebih cepat, data lebih aman, informasi lebih mudah diakses, dan masyarakat desa maupun perkotaan memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati layanan digital.

Karena itu, langkah Lombok Barat menuju PDN-1 menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar: membangun pemerintahan yang semakin terintegrasi, aman dan mampu memberikan pelayanan publik yang mengikuti perkembangan teknologi.

Dari pusat pemerintahan hingga desa, transformasi digital akan semakin menentukan bagaimana masyarakat mendapatkan layanan, informasi dan kesempatan di era teknologi.

HaloDesa.id — Dari Desa, Menginspirasi Dunia.

Sabtu, 22 Agustus 2026 | HaloDesa.id


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar