RIBUAN WARGA TUMPAH RUAH DI PARADE JONG BAYAN 2026, MULUD ADAT BAYAN RESMI DIMULAI
HALODESA.ID — Ribuan masyarakat memadati kawasan Bayan dan Karang Bajo, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/8/2026).
Masyarakat Adat Bayan menggelar Parade Jong Bayan atau yang dikenal sebagai A Thousand Jong Parade sebagai pembuka rangkaian Mulud Adat Bayan 2026.
Parade tersebut menjadi salah satu pemandangan paling menarik dalam rangkaian tradisi tahunan masyarakat adat Bayan.
Perempuan-perempuan Sasak tampil mengenakan busana adat khas dengan Jong sebagai salah satu ciri khas dalam tradisi masyarakat Bayan.
Ribuan warga dan pengunjung tampak memadati kawasan kegiatan untuk menyaksikan langsung salah satu tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
TAHUN INI MASUK KARISMA EVENT NUSANTARA
Pelaksanaan Mulud Adat Bayan tahun 2026 menjadi semakin istimewa.
Untuk pertama kalinya, tradisi Mulud Adat Bayan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara atau KEN 2026.
Masuknya Mulud Adat Bayan ke dalam agenda pariwisata nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lombok Utara.
Namun, masyarakat adat tetap menegaskan bahwa masuknya tradisi tersebut ke agenda nasional tidak boleh menghilangkan nilai asli dan kesakralan budaya Bayan.
Parade Jong Bayan tahun ini menjadi salah satu tambahan rangkaian kegiatan dalam Mulud Adat Bayan.
Menurut tokoh adat setempat, pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan Maulid Adat pada dasarnya berpusat pada rangkaian Kayu Aiq dan Gawe.
Namun setelah Mulud Adat Bayan masuk dalam Karisma Event Nusantara, masyarakat bersama pemerintah menambahkan kegiatan Parade Jong sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Bayan kepada masyarakat yang lebih luas.
SERIBU PEREMPUAN DALAM BUSANA ADAT BAYAN
A Thousand Jong menjadi salah satu bagian paling menarik perhatian dalam pembukaan Mulud Adat Bayan 2026.
Seribu perempuan tampil mengenakan busana adat khas masyarakat Sasak Bayan.
Jong sendiri bukan sekadar aksesori atau hiasan dalam sebuah pertunjukan.
Bagi masyarakat Bayan, Jong merupakan bagian dari pakaian adat perempuan yang digunakan dalam berbagai kegiatan kehidupan adat atau urip.
Jong dapat digunakan dalam sejumlah kegiatan adat seperti Maulid, begawe beleq, sunatan adat hingga pesta pernikahan.
Karena itu, kehadiran ribuan perempuan mengenakan Jong dalam satu kawasan bukan hanya menjadi tontonan budaya.
Di baliknya terdapat identitas dan tata kehidupan masyarakat adat Bayan yang telah diwariskan lintas generasi.
PEMBUKA RANGKAIAN MULUD ADAT BAYAN 2026
Parade Jong Bayan menjadi pembuka rangkaian Mulud Adat Bayan 2026 yang berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus.
Setelah pembukaan melalui Parade Jong, masyarakat adat Bayan melanjutkan berbagai ritual dan kegiatan adat.
Pada Jumat, 28 Agustus, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Merembun, Tun Gerantung, Menutu, Pasang Bebo hingga Peresean.
Sementara puncak Mulud Adat Bayan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Sejumlah prosesi adat dilaksanakan, mulai dari persiapan Nasi Ancak, Bisok Meniq, merias Praja Mulud hingga prosesi Praja Mulud menuju kawasan Masjid Kuno Bayan.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat Bayan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui tradisi yang memiliki kekhasan tersendiri.
MULUD ADAT BUKAN SEKADAR FESTIVAL
Di tengah meningkatnya perhatian wisatawan terhadap Mulud Adat Bayan, masyarakat adat mengingatkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar festival budaya.
Mulud Adat memiliki nilai spiritual, sosial dan adat yang kuat bagi masyarakat Bayan.
Masyarakat bahkan memiliki aturan adat tersendiri ketika memasuki bulan Mulud.
Sejumlah kegiatan urip dan begawe atau pesta ditahan untuk memberikan ruang kepada masyarakat mempersiapkan pelaksanaan Maulid Adat.
Tradisi tersebut menunjukkan bahwa peringatan Mulud memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat adat Bayan.
Perayaan tersebut bukan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari ritme kehidupan sosial masyarakat.
WISATAWAN DIMINTA MENGHORMATI ADAT BAYAN
Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang menyaksikan Mulud Adat Bayan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Sejumlah penginapan dan rumah warga di kawasan Bayan dan Karang Bajo bahkan menjadi pilihan wisatawan yang ingin menginap selama rangkaian Mulud Adat berlangsung.
Namun, keterbukaan terhadap wisatawan tidak berarti tradisi tersebut dapat diperlakukan seperti pertunjukan biasa.
Masyarakat adat berharap para pengunjung tetap menghormati tata cara dan nilai budaya yang berlaku.
Wisatawan yang datang diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan adat Bayan dan menghormati prosesi yang sedang berlangsung.
Hal tersebut penting agar semakin dikenalnya Mulud Adat Bayan di tingkat nasional tidak justru menghilangkan identitas asli masyarakat adat.
BAYAN MENJAGA TRADISI DI TENGAH PERUBAHAN ZAMAN
Parade Jong Bayan 2026 menjadi bukti bahwa tradisi dapat tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Generasi muda masyarakat Bayan tetap dilibatkan dalam berbagai kegiatan adat.
Anak-anak hingga generasi muda diperkenalkan dengan pakaian adat, tata cara dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.
Bahkan masyarakat Bayan yang menempuh pendidikan atau tinggal di luar Lombok tetap kembali ketika pelaksanaan ritual adat berlangsung.
Hal tersebut menjadi salah satu cara masyarakat menjaga agar identitas budaya Bayan tidak hilang.
Kini, setelah Mulud Adat Bayan masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026, perhatian terhadap budaya Bayan diperkirakan akan semakin besar.
Parade Jong Bayan pada Kamis, 27 Agustus 2026, pun menjadi pembuka yang memperlihatkan betapa kuatnya perpaduan antara tradisi, identitas budaya dan kehidupan masyarakat Sasak Bayan.
Ribuan Jong.
Ribuan masyarakat.
Dan satu tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Mulud Adat Bayan bukan hanya tentang perayaan.
Lebih dari itu, tradisi ini menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan zaman, masyarakat Bayan masih menjaga akar budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka.
Reporter: Redaksi HaloDesa.id
No comments yet. Be the first to comment!