Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:13 Agu 2026, 18:59 / 0 Komentar

Rebo Bontong di Lingsar, Warisan Budaya yang Mengajarkan Toleransi di Lombok

Lombok Barat, HaloDesa.id — Tradisi Rebo Bontong kembali dilaksanakan masyarakat Sasak di kawasan Pura Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Lombok, tetapi juga menyimpan pesan tentang persatuan dan kehidupan berdampingan antarumat beragama.

Bagi masyarakat Sasak, Rebo Bontong menjadi salah satu momentum untuk mengenang sekaligus menjaga warisan leluhur. Pelaksanaannya juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Majelis Adat Sasak (MAS) menilai keberadaan tradisi tersebut menunjukkan bahwa budaya dan kehidupan keagamaan dapat berjalan berdampingan. Pelestarian budaya, menurut pandangan tersebut, tidak harus dipertentangkan dengan kehidupan beragama, melainkan dapat menjadi bagian dari identitas masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Kawasan Lingsar sendiri menjadi salah satu contoh menarik dari kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang agama berbeda. Keberadaan pura dan kemaliq di kawasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah serta kehidupan sosial masyarakat setempat.

Nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan sesuatu yang baru bagi Lombok. Kehidupan lintas agama dan budaya telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Sasak sejak masa lalu.

Dalam rangkaian Rebo Bontong tahun ini, kegiatan juga diisi dengan unsur keagamaan dan edukasi. Salah satunya adalah salat hajat yang dilaksanakan pada tengah malam dan diikuti tokoh masyarakat serta generasi muda untuk memanjatkan doa dan memohon keselamatan bagi masyarakat.

Selain menjadi kegiatan budaya, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengajak generasi muda mengenal warisan leluhur. Perubahan zaman dan kemajuan teknologi diharapkan tidak membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan identitas budaya daerah.

Sebaliknya, teknologi dan perkembangan zaman dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kebudayaan lokal kepada generasi yang lebih luas.

Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Ahmad Nuralam menilai Rebo Bontong merupakan bagian dari perjalanan sejarah masyarakat Sasak yang mencerminkan persatuan dan toleransi. Nilai tersebut dinilai penting untuk terus dirawat di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman agama, suku dan budaya.

Bagi Lombok Barat, tradisi seperti Rebo Bontong memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar sebuah kegiatan adat. Di dalamnya terdapat cerita tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan sosial, menghormati keberagaman dan mewariskan nilai kebersamaan kepada generasi berikutnya.

Di tengah perkembangan zaman, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang membangun ruang kehidupan bersama yang saling menghormati.

Rebo Bontong pun menjadi salah satu contoh bahwa kekayaan budaya daerah dapat sekaligus menjadi sumber pembelajaran mengenai kehidupan sosial.

Bagi HaloDesa.id, menjaga tradisi berarti menjaga cerita, nilai dan pesan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Dari Lingsar, kita belajar bahwa keberagaman bukan penghalang untuk hidup bersama.

Dari Desa, Merawat Budaya. Dari Keberagaman, Menumbuhkan Persatuan.

Data untuk CMS HaloDesa.id

Kategori: Masyarakat
Subkategori: Budaya / Tradisi / Toleransi
Wilayah: Lombok Barat
Jenis Konten: Berita (News)
Tanggal Peristiwa: 12 Agustus 2026


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar