Warga Desa Adat Sade Minta Rekonstruksi Pascakebakaran Tetap Pertahankan Rumah Tradisional Sasak
LOMBOK TENGAH, HALODESA.ID – Warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, berharap proses rekonstruksi pascakebakaran tetap mempertahankan keaslian rumah tradisional Sasak.
Harapan tersebut disampaikan masyarakat saat Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi kawasan Desa Adat Sade pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata meninjau langsung kawasan rumah adat yang terdampak kebakaran sekaligus berdialog dengan masyarakat.
Bagi warga, pembangunan kembali Desa Adat Sade bukan sekadar membangun rumah yang telah hangus. Rekonstruksi diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan wajah kampung adat tersebut sesuai dengan identitas dan kehidupan tradisional masyarakat Sasak.
Perwakilan warga Sade, Ardinata Sanah, mengatakan masyarakat berharap rumah-rumah yang dibangun kembali tetap menggunakan konsep tradisional, termasuk penggunaan atap berbahan alang-alang.
Menurutnya, masyarakat bahkan telah melakukan pemesanan bahan alang-alang secara bersama-sama untuk mengantisipasi keterbatasan material ketika proses pembangunan dimulai.
Langkah tersebut dilakukan karena warga khawatir bahan alang-alang akan semakin sulit diperoleh, terutama menjelang musim hujan.
Ingin Sade Kembali Seperti Dahulu
Selain mempertahankan bentuk bangunan, warga juga berharap suasana kehidupan tradisional di Desa Adat Sade dapat kembali dipertahankan.
Masyarakat menginginkan kampung adat tersebut tetap merepresentasikan kehidupan asli masyarakat Sasak, tanpa kehilangan karakter akibat penggunaan berbagai fasilitas modern.
Keinginan warga tersebut antara lain berkaitan dengan penggunaan material tradisional dalam pembangunan rumah adat serta upaya menjaga bentuk dan tata kehidupan masyarakat seperti yang diwariskan oleh leluhur.
Warga berharap Desa Adat Sade dapat kembali memiliki wajah seperti pada masa lalu, ketika rumah-rumah adat dibangun menggunakan material alami dan kehidupan masyarakat masih sangat erat dengan tradisi.
Bagi masyarakat Sade, rumah adat bukan hanya tempat tinggal. Bangunan tersebut merupakan bagian dari identitas, sejarah dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Rekonstruksi Harus Perhatikan Keselamatan
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa proses penataan dan pembangunan kembali Desa Adat Sade juga perlu memperhatikan aspek keselamatan.
Salah satu hal yang dinilai penting adalah penyediaan sistem mitigasi dan penanganan kebakaran di kawasan permukiman adat.
Menurutnya, keaslian bangunan dan tradisi harus tetap dapat dipertahankan, namun keselamatan masyarakat juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kembali.
Terkait kebutuhan listrik, pemerintah mempertimbangkan penataan sistem distribusi yang lebih aman dan tetap selaras dengan karakter kawasan adat.
Bukan Hanya Kehilangan Rumah
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade meninggalkan dampak besar bagi masyarakat.
Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, sebagian warga juga kehilangan sumber mata pencaharian. Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok yang menjadi tempat masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk melalui penjualan kain tenun dan produk kerajinan.
Karena itu, proses pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik rumah adat.
Pemulihan ekonomi masyarakat dan pelestarian warisan budaya juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses rekonstruksi.
Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan rencana pemulihan yang mencakup pembangunan kembali menggunakan bahan-bahan tradisional serta penguatan fasilitas pencegahan dan mitigasi kebakaran.
Warga berharap pembangunan kembali nantinya tetap melibatkan masyarakat adat dalam menentukan konsep dan arah rekonstruksi.
Bagi masyarakat Sade, menjaga keaslian kampung adat berarti menjaga warisan leluhur agar tetap dapat dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kebakaran memang telah meninggalkan puing dan duka, namun masyarakat berharap Desa Adat Sade dapat kembali berdiri dengan identitas yang tetap terjaga.
"Kami ingin Sade kembali menjadi representasi kehidupan dan budaya Suku Sasak," menjadi semangat yang kini mengiringi harapan warga dalam membangun kembali kampung adat mereka.
Penulis: Redaksi Halodesa.id
No comments yet. Be the first to comment!