Loading...

DETAIL BERITA

  • HOME
  • DETAIL BERITA
News Image
LombokSosmed, Dirilis pada:01 Sep 2026, 01:53 / 0 Komentar

Kemasan Vakum Buka Peluang Kuliner Lombok Tembus Pasar Lebih Luas, 50 UMKM Mataram Siap Dilatih

MATARAM – Produk kuliner khas Lombok memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, selain rasa dan kualitas makanan, kemasan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan apakah sebuah produk mampu bertahan dan dikirim ke konsumen di luar daerah.

Melihat peluang tersebut, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram menyiapkan pelatihan pengemasan makanan menggunakan teknik vakum bagi sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung pada minggu kedua September 2026 dan menyasar pelaku UMKM kuliner dari enam kecamatan di Kota Mataram.

Program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas kemasan sekaligus membuka peluang pemasaran produk kuliner lokal ke pasar yang lebih luas.

Kuliner Lombok Punya Pasar Besar

Kuliner khas Lombok selama ini dikenal memiliki cita rasa yang kuat dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Nasi Puyung, Sate Bulayak hingga Bebalung menjadi beberapa contoh kuliner yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai produk oleh-oleh dan makanan siap dibawa pulang.

Permintaan terhadap kuliner khas Mataram dan Lombok dari luar daerah menjadi salah satu alasan pemerintah menyiapkan pelatihan tersebut.

Pengemasan yang baik dinilai dapat membantu produk makanan lebih mudah dipasarkan, dibawa sebagai oleh-oleh, hingga dikirim kepada konsumen di luar daerah.

Teknik pengemasan vakum menjadi salah satu alternatif yang diperkenalkan karena dapat membantu menjaga kondisi makanan dengan mengurangi udara di dalam kemasan.

Dengan kemasan yang sesuai dan proses pengolahan yang memenuhi standar, produk kuliner diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di luar daerah.

Tidak Hanya Pelatihan, UMKM Juga Difasilitasi Peralatan

Dalam program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori.

Pelaku UMKM juga akan mendapatkan praktik pengemasan makanan menggunakan teknik vakum.

Selain pelatihan, peserta direncanakan difasilitasi alat vacuum sealer agar dapat menerapkan teknik pengemasan secara mandiri dalam usaha mereka.

Dukungan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan.

Bagi usaha kuliner, proses produksi yang baik harus diikuti dengan pengemasan yang tepat.

Makanan yang memiliki cita rasa khas akan lebih mudah dipasarkan apabila dikemas secara rapi, aman dan praktis untuk dibawa.

Hal tersebut juga menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang sebelumnya hanya dijual di sekitar lingkungan tempat usaha.

Dari Warung Lokal ke Pasar yang Lebih Luas

Banyak produk kuliner sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkembang.

Namun, salah satu tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha adalah keterbatasan pemasaran dan daya tahan produk ketika harus dikirim ke daerah lain.

Melalui pengemasan yang lebih baik, peluang pasar dapat semakin terbuka.

Produk kuliner tidak lagi hanya bergantung pada pembeli yang datang langsung ke warung atau tempat produksi.

Pelaku UMKM dapat mulai memikirkan peluang penjualan sebagai oleh-oleh, pesanan dari luar daerah, hingga pemasaran melalui media sosial dan layanan pengiriman.

Kemasan yang baik juga dapat membantu meningkatkan tampilan produk.

Bagi konsumen, kemasan sering menjadi kesan pertama sebelum mencoba rasa makanan yang dijual.

Karena itu, inovasi tidak selalu harus dilakukan dengan mengubah resep.

Terkadang, peningkatan kualitas kemasan dapat menjadi langkah penting untuk membuat produk lokal terlihat lebih siap bersaing.

Peluang Baru untuk Ekonomi Masyarakat

Pengembangan UMKM kuliner memiliki peran penting dalam perputaran ekonomi masyarakat.

Ketika sebuah usaha kuliner berkembang, kebutuhan terhadap bahan baku juga dapat meningkat.

Petani, peternak, nelayan, pedagang bahan pangan hingga tenaga kerja dapat ikut merasakan dampak dari pertumbuhan usaha tersebut.

Karena itu, penguatan UMKM tidak hanya berbicara tentang meningkatkan penjualan satu pelaku usaha.

Di belakang sebuah produk kuliner, terdapat rantai ekonomi yang dapat melibatkan banyak masyarakat.

Kuliner khas Lombok juga memiliki keuntungan karena sudah memiliki identitas dan cerita yang kuat.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dapat dikemas dan dipasarkan agar semakin dikenal oleh konsumen di luar daerah.

Produk Lokal Harus Berani Naik Kelas

Pelatihan pengemasan vakum bagi pelaku UMKM Mataram menjadi salah satu langkah untuk mendorong produk kuliner lokal agar memiliki daya saing yang lebih baik.

Dengan dukungan pengetahuan, peralatan dan inovasi pengemasan, pelaku usaha diharapkan dapat mengembangkan produk mereka secara lebih mandiri.

Produk khas daerah tidak harus hanya dikenal oleh masyarakat lokal.

Dengan kualitas yang baik dan strategi pemasaran yang tepat, kuliner dari Lombok memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Dari warung kecil.

Dari dapur rumah.

Dari resep yang diwariskan keluarga.

Sebuah produk kuliner bisa berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Lalu, menurut Anda, makanan khas Lombok apa yang paling layak dikemas secara modern dan dijual hingga ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri?


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar