Video SPPG Dibakar di Batukliang Ternyata Hoaks, Polisi Pastikan Tak Ada Pembakaran
LOMBOK TENGAH, Halodesa.id – Video yang beredar di media sosial dengan narasi pembakaran gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, dipastikan hoaks.
Video tersebut sebelumnya ramai dibagikan dengan narasi seolah-olah warga membakar dapur SPPG setelah muncul dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batukliang.
Namun, hasil verifikasi kepolisian memastikan peristiwa pembakaran sebagaimana yang ditampilkan dalam video tersebut tidak terjadi di Lombok Tengah maupun wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Polresta Lombok Tengah telah membantah adanya aksi pembakaran gedung SPPG di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang. Polisi memastikan video yang beredar tersebut bukan merupakan kejadian yang terjadi di wilayah NTB.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Muhammad Kholid juga menegaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan verifikasi di sejumlah wilayah, tidak ditemukan adanya peristiwa pembakaran dapur SPPG sebagaimana klaim yang beredar di media sosial.
“Video yang beredar dengan klaim dapur SPPG di NTB dibakar warga tidak benar atau hoaks,” demikian hasil klarifikasi kepolisian.
Sementara itu, dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi menu MBG di Kecamatan Batukliang memang terjadi dan masih dalam proses penanganan serta penyelidikan. Sebelumnya, ratusan siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG pada Jumat (11/9/2026).
Polisi juga telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan gangguan kesehatan tersebut. Namun, peristiwa tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa terjadi pembakaran SPPG.
Dengan demikian, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Polda NTB meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima serta membagikan informasi di media sosial.
Kepolisian memastikan bahwa narasi mengenai SPPG di Batukliang yang dibakar warga adalah informasi yang tidak benar.
Masyarakat diharapkan mengacu pada informasi resmi dari kepolisian maupun instansi terkait agar tidak ikut menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sumber: Polda NTB, Polresta Lombok Tengah, detikBali.
No comments yet. Be the first to comment!